Sunday, October 6, 2019

BIOFARMASEUTIKA : LEMBAR KERJA HASIL PRAKTIKUM PENGHAMBATAN TRANSPOR AKTIF GLUKOSA


LABORATORIUM BIOFARMASEUTIKA
FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS INDONESIA TIMUR



LEMBAR KERJA  HASIL PRAKTIKUM

PENGHAMBATAN TRANSPOR AKTIF GLUKOSA







OLEH :

JUMRAHYANA
(15. 201.506)
KELAS : I – 15






FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS INDONESIA TIMUR
MAKASSAR
2017
















BAB I
PENDAHULUAN


Senyawa kimia baik berupa nutrient atau senyawa obat harus melalui berjuta juta membrane agar dapat masuk dan keluar sel. Senyawa obat harus mencapai reseptornya agar dapat menimbulkan aktivitas farmakologik atau mencapai mikroba yang terdapat dalam jaringan sel tubuh manusia. Senyawa kimia tersebut dapat berbentuk anorganik bermuatan positif seperti kalium, natrium, magnesium, kalium atau yang bermuatan positif seperti klorida, bikarbonat, fosfat, sulfat. Bentuk Senyawa organic misalnya glukosa, asam amino, lemak seperti kolesterol, fosfolipid dan lemak netral.
Membrane terdiri dari lipi yang berpusat ditengah dilapisi protein diluarnya dan mukopolisakarida paling luar. Bagian luar bersifat hidrofil (suka air) dan liofob (tidak suka minyak), bagian dalam liofil (suka minyak) dan hidrofob (tidak suka air).
 Mekanisme transport melalui membrane dalam farmakologi disebut mekanisme absorpsi obat. Absorpsi adalah berpidahnya molekul obat dari tempat absorpsi ke sirkulasi darah (sirkulasi sistemik). Dalam fisiologi transport membrane hanya dibedakan transport aktif dan pinositosis , transport pasif (difusi pasif). Transport pasif atau difusi pasif : senyawa yang  larut lipid dapat melewati membrane berdasarkan perbedaan konsentrasi (gradient konsentrasi) senyawa di sebelah luar dan di dalam membrane. Senyawa ini bagaikan mengalir begitu saja. Transport pasif ini terutama sangat dipengaruhi oleh kelarutan senyawa dalam lipid. transport aktif atau difusi aktif : untuk senyawa yang tidak mudah atau kurang larut lipid membrane, agar dapat meleati membrane maka dia harus ditambah atau direaksikan dengan senyawa tertentu agar larut lippid membrane, sehingga bisa melewati membrane, senyawa ini disebut carrier yang artinya zat pembawa. Setelah senyawa menempel dibagian luar maka seolah – olah karier tersebut menjemputnya kemudian mengikat atau bereaksi menjadi senyawa tertentu (kompleks) yang sudah larut lipid membrane, kemudian membawanya ke sebrang tepi membrane dan dilepaskan.

BAB II
METODE KERJA

A.      Alat dan Bahan
a.       Alat
a.       Aerator
b.      Batang pengaduk
c.       Bunsen
d.      Gelas kimia
e.      Gunting bedah
f.        Jarum pentul
g.       Kaki tiga
h.      Lap kasar dan lap halus
i.         Papan bedah
j.        Pinset
k.       Pisau bedah (bisturi)
l.         Statif
m.    Stopwatch
n.      Spoit 3ml
o.      Thermometer
p.      Vial 6 buah

b.      Bahan
a.       Aquadest
b.      Batang kayu manis (Cinamommum cortex)
c.       Benang wol
d.      Kloform
e.      Glukosa 5%
f.        Kapas
g.       Kain kasa
h.      Ringer laktat
i.         Tikus putih (rattus norvegicus)

B.   Waktu dan Tempat
                  Praktikum ini dilaksanakan ada hari Rabu, 01 Februari 2017 pukul 13.00 WIT – selesai. Bertempat di Laboratorium Biofarmaseutika. Fakultas Farmasi. Universitas Indonesia Timur, Makassar.

C.   Cara kerja
1.       Pembuatan infuse batang kayu manis (Cinamommum cortex)
a.    Disiapkan alat dan bahan
b.   Ditimbang batang kayu manis (Cinamommum cortex) sebanyak 10g
c.    Dimasukkan ke dalam gelas kimia dan dilarutkan ke dalam aquadest 100 ml
d.   Dipanaskan selama ±15 menit pada suhu 90˚C - 98˚C
e.   Dipertahankan suhunya dan diamkan selama ±30 menit
f.     Dinginkan dan disaring menggunakan kain kasa lalu dicukupkan dengan aquadest. Hasil penyaringan akan dijadikan sampel infusa.
2.       Isolasi usus halus (ileum) hewan uji  Tikus putih (rattus norvegicus)
a.    Disiapkan alat dan bahan
b.   Hewan uji  Tikus putih (rattus norvegicus) dimasukkan ke dalam gelas kimia lalu dibius dengan kloroform
c.    Setelah itu, diambil dan diletakkan diatas papan bedah dan kakinya dijepit dengan jarum pentul
d.   Hewan uji dibedah dari mulut – anus dan diambil usus halusnya (ileum) dipotong 5 cm sebanyak 2 buah lalu dicuci sampai bersih dengan menggunakan ringer laktat dan direndam dalam larutan ringer laktat.
3.       Pengujian efek infuse batang kayu manis (Cinamommum cortex)
a.    Disiapkan alat dan bahan
b.   Diambil usus penyerapan (ileum) disuntikan glukosa 5% ke dalam ileum, diikat ujung yang satu dengan benang wol
c.    Diambil usus penyerapan (ileum) disuntikan glukosa 5% + infusa batang kayu manis ke dalam ileum, diikat ujung yang satu dengan benang wol
d.   Usus halus (ileum) dimasukkan ke dalam gelas kimia yang berisi ringer laktat 200 ml, kemudian dipanaskan diatas Bunsen pada suhu 37˚C lalu diamati pada interval ke 10, 10, 30
e.    Cairan ringer laktat dipipet 3 ml pada menit 10, 20, 30 dan dimasukkan ke dalam masing – masing vial dengan menggunakan spoit
f.     Diukur kadar glukosanya dengan spektrofotometer dengan panjang gelombang 456 nm
g.    Dihitung table ANOVA
D.   Pengamatan dan pengumpulan data
Berdasarkan  Pengamatan yang dilakukan dengan cara membedah tikus putih (Rattus norvegicus) dari dada sampai anus, diambil ileumnya 5cm  sebanyak 2 buah. Kemudian dicuci dengan ringer laktat dan disuplai oksigen dan dipertahankan suhunya 37˚C. pada menit ke 10,20,30 dipipet masing- masing 3ml ringer laktat dan dimasukkan ke dalam botol vial. Dihitung kadar glukosanya dengan spktrofotometer dengan panjang gelombang 456 nm.
Setelah dihitung kadar glukosanya akan didapatkan data pada menit ke 10,20,30. Dihitung pengamatan dalam bentuk table ANOVA
E.    Analisa data
Data yang didaptkan dari hasil pengamatan pada menit ke 10,20,30. Dilakkan perhitungan analisis of varian (ANOVA ) dengan cara dihitung derajat bebas (db) yang terdiri dari db total,db perlakuan dan db galat. Kemudian dihitung jumlah kuadrat total (jkt) yaitu dengan menghitung JKT perlakuan, JKT galat selanjutnya dihitung nilai distribusi F(fh) yang terdiri dari f hitung.
Setelah dilakukan perhitungan data diterapkan dalam table anova. Dari table anova data yang di peroleh dapat diketahui signifkan atau nonsignifikan. Data yang diperoleh nonsignifikan jika f hitung lebih kecil dari pada f table.


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A.      Hasil pengamatan
1.    Tabel pengamatan

Waktu
(Menit)
Perlakuan

Jumlah
Glukosa 5%
Glukosa 5% + sampel
10
0,03
0,02
0,05
20
0,05
0,04
0,09
30
0,09
0,06
0,15

B.      Pembahasan
Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan terhadap transport aktif glukosa dimana dalam percobaan ini digunakan hewan uji tikus putih (Rattus norvegicus) dan bagian tubuh yang digunakan adalah usu halus (ileum) karena didalam ileum terjadi absorpsi glukosa dan zat- zat terbentuk terurai dan mudah di absorpsi.
Usus halus (ileum) yang digunakan terlebih dahulu direndam dalam ringer laktat kemudian ileum tersebut disuntikkan dengan glukosa 5% dan ada yang disuntikkan glukosa 5% + sampel. Pengamatan dilakukan pada menit 10,20,30 pada suhu 37˚C.
Didalam percobaan ini digunakan ringer laktat Karena berfungsi sebagai cairan yang akan selalu menghidupkan sel-sel pada ileum agar keadaan ileum tersebut sama seperti  saat masih berada dalam tubuh hewan uji.
Hasil pengamatan dari perlakuan larutan glukosa 5% terhadap ileum pada menit 10 adalah 0,03 pada menit ke 20 adalah 0,05 dan pada menit ke 30 yaitu 0,09 dengan y2 = 0,0171. Sedangkan pada larutan glukosa 5% + sampel yaitu pada menit 10 adalah 0,02 pada menit ke 20 adalah 0,04 dan pada menit ke 30 yaitu 0,06 dengan y2 = 0,0171.
Adapun hasil dari f hitung dari glukosa adalah 0,6248 sedangkan hasil dari f table untuk 0,05 adalah 7,71 dan untuk 0,01 adalah 21,20. Pada hasil perhitungan table anova, f hitung hitung lebih kecil dari F tabel yang berarti data yang diperoleh non signifikan atau tidak berbeda nyata.
Adapun faktor- faktor yang mempengaruhi tingkat kesalhan dalam praktikum, yaitu :
1.       Kurang teliti pada saat praktikum
2.       Cara kerja praktikan yang tidak sesuai dengan prosedur prakitkum
3.       Alat-alat yang kurang steril















Gambar pengamatan penghambatan transport aktif glukosa


Keterangan :
1.       Aerator
2.       Benang wol
3.       Gelas kimia
4.       Ileum (glukosa + sampel)
5.       Ileum (glukosa 5%)
6.       Bunsen
7.       Meja kaki tiga
8.       Ringer laktat
9.       Statif
10.   Selang aerator
11.   Papan alas
12.   Thermometer



BAB V
PENUTUP

A.      KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan dari percobaan yang diakukan dapat disimpulkan bahwa :
1.     Digunakan ileum tikus putih (Rattus norvegicus) dalam perobaan ini karena di ileum terdapat tempat terjadinya penyerapan glukosa.
2.  Pada percobaan yang dilakukan  pada glukosa 5% terhadap ileum pada menit 10 adalah 0,03 pada menit ke 20 adalah 0,05 dan pada menit ke 30 yaitu 0,09 dengan y2 = 0,0171. Sedangkan pada larutan glukosa 5% + sampel yaitu pada menit 10 adalah 0,02 pada menit ke 20 adalah 0,04 dan pada menit ke 30 yaitu 0,06 dengan y2 = 0,0171.
3.  Faktor hitung dari glukosa adalah 0,6248 sedangkan hasil dari f table untuk 0,05 adalah 7,71 dan untuk 0,01 adalah 21,20. Pada hasil perhitungan table anova, f hitung hitung lebih kecil dari F tabel yang berarti data yang diperoleh non signifikan
B.      SARAN
Kami sebagai praktikan mengharapkan bimbingan dan arahan pada saat praktikum dan penulisn laporan
Kami sebagai praktikan mengharapkan agar alat dan bahan dilengkapi lagi agar proses praktikum berjalan lancar.


LAMPIRAN
A.   SKEMA KERJA




  

B.      TABEL PENGAMATAN
Waktu
(menit)
Perlakuan

total
Glukosa 5%
Glukosa 5% + sampel
10
0,03
0,02
0,05
20
0,05
0,04
0,09
30
0,09
0,06
0,15
Total
0,17
0,12

0,29
Rata –rata
0,056
0,04

1.  Perhitungan
a.     Perhitungan derajat bebas (db)
db total                                      = total banyaknya pengamatan – 1
= ( 3x2) – 1
= 6-1
= 5
db perlakuan                           = banyaknya perlakuan – 1
                                                      = 2 -1
                                                      = 1
Db galat                                      = db total – db perlakuan
                                                      = 5 -1
                                                      = 4
b.      Perhitungan jmlah kuadrat (jk)
1.       Total2                                  = (y2) ij
                                  = (0,03)2 + (0,02)2 + (0,05)2 + (0,04)2 + (0,09)2 +  (0,06)2
                                  = 0,0009 + 0,0004 + 00025 + 0,0016 + 0,0081 + 0,0036
                                  = 0,0171
2.       Rata-rata                           =                        total2                        
                                       Total banyaknya pengamatan
                                  = (0,029)2
                                            6
                                  = 0,0140167
3.       Perlakuan                          = (total perlakuan)2  - rata –rata
                                     Banyaknya replikasi
                                  = (0,17)2 + (0,12)2 – 0,0140167
                                                  3
                                  = 0,0289 + 0,0144 - 0,0140167
                                                  3
                                  = 0,0004166
4.       Galat                                                 = total – jk rata-rata – perlakuan
                                  = 0,0171 - 0,0140167 - 0,0004166
                                  = 0,0026667

c.          Perhitungan jumlah kuadrat total (jkt)
1.       JKT perlakuan                  = jumlah kuadrat perlakuan
                                                db perlakuan
                                  = 0,0004166
                                                1
                                  =0,0004166
2.       JKT galat                             = jumlah kuadrat galat
                                                db galat
                                  = 0,0026667
                                                4
                                  =0,0006667
d.         Pehitungan nilai distribusi F (fh)
1.    F hitung                              = JKT perlakuan
                                      JKT galat
                                  = 0,0004166
                                     0,0006667
                                  =0,6248688
TABEL ANOVA
Sumber variasi
db
JK
JKT
Fh
Ft
0,05
0,01
Rata-rata
1
0,0140167




perlakuan
1
0,0004166
0,0004166
0,6248688*
7,71
21,20
Kekeliruan
4
0,0026667
0,0006667



jumlah
6
0,0171




Keterangan = * = non signifikan

Jika Fh > Ft = signfikan
        Fh < Ft= non signifikan

Maka,
0,059 < 7,71 = non signifikan
0,059<21,20 = non signifikan






C.       Foto pengamatan
1.   Pengisian glukosa 5% pada ileum dan glukosa 5% + sampel





2. pengamatan ileum dalam larutan ringer laktat dan diberi suplai oksigen pada suhu 37˚C




3. larutan ringer laktat 3 ml pada gelas kimia yang berisi ileum dengan glukosa 5% pada menit 10,20 da 30















No comments:

Post a Comment

My ramadhan journal#

Precious times🌠 _ my Ramadhan journal " This is My summary when I read Surah Muhammad this morning. There is one paragrap...