Sunday, October 6, 2019

BIOFARMASEUTIKA : ANATOMI DAN FISIOLOGI KULIT DAN RESPIRASI


LABORATORIUM BIOFARMASEUTIKA
FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS INDONESIA TIMUR



LEMBAR KERJA  HASIL PRAKTIKUM

ANATOMI DAN FISIOLOGI KULIT DAN RESPIRASI



OLEH :

JUMRAHYANA
(15. 201.506)
KELAS : I – 15






FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS INDONESIA TIMUR
MAKASSAR
2017



BAB I
PENDAHULUAN

Kulit adalah satu organ tubuh yang paling berat yang merupakan sekitar 16% berat tubuh total. Kulit terdiri dari lapisan epitel yang berasal dari ectoderm, epidermis dan suatu lapisan penyambung  yang berasal dari mesoderm dermis atau korium. Dibawah dermis terdapat terletak hypodermis atau jaringan subkutan. Epidermis terdiri dari sel epitel berlapis gepeng bertanduk, mengandung 3 jenis sel yaitu sel melanosit, langhans dan merkel. Epidermis manusia diperbaharui 15-30 hari.
Respirasi dapat didefenisikan sebagai gabungan aktivitas berbagai mekanisme yang berperan dalam proses suplai oksigenke seluruh tubuh dan pembuangan karbondioksida. Pada dasarnya system respirasi terdiri dari suatu seri saluran udara yang memasukkan udara luar sehingga mengadalan kontak dengan membrane respirasi usus yang dapat mengembang dengan luas. Membrane ini terletak dekat kapiler – kapiler, sedangkan permukaan yang merupakan batas antara membrane dan kapiler – kailer merupakan tempat pertukaran oksigen dan karbondioksida.


BAB II
METODE KERJA

A.      ALAT DAN BAHAN
1.       ALAT
        Gelas kimia, gunting bedah, jarum pentul, papan bedah, pinset, pisau bedah (bisturi)
2.       BAHAN
        Kloroform, Tikus putih ( Rattus norvegicus) , kapas
B.      WAKTU DAN TEMPAT PRAKTIKUM
        Praktikum ini dilaksanakan ada hari Rabu, 01 Februari 2017 pukul 13.00 WIT – selesai. Bertempat di Laboratorium Biofarmaseutika. Fakultas Farmasi. Universitas Indonesia Timur, Makassar.
C.      CARA KERJA
1.       Disiapkan alat dan bahan.
2.       Hewan uji Tikus putih (Rattus norvegicus) dimasukkan ke dalam gelas kimia, kemudian dimasukkan kapas ke dalam gelas kimia yang sebelumnya telah di basahi dengan larutan kloroform setelah itu di tutup.
3.       Hewan uji Tikus putih (Rattus norvegicus) yang telah di bius diletakkan diatas papan bedah dan dipentul keempat kakinya
4.       Dibedah dari dada sampai anus. Diamati saluran pernapasan.


BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.      Hasil pengamatan
1.    Gambar system respirasi manusia

2.    Gambar system respirasi hewan uji

3.       Gambar penampang kulit

B.      Pembahasan
Pernapasan atau respirasi adalah suatu peristiwa tubuh kekurangan oksigen (O2) kemudian oksigen yang berada di luar tubuh di hirup ((inspirasi) mellui organ- organ dan pada keadaan tertenu bila tubuh kelebihan karbondioksida (CO2) maka tubuh berusaha mengeluarkan dari dalam tubuh dengan ara menghembuskan nafas(ekspirasi) sehingga terjadi suatu kesetimbangan antara oksigen dan karbon dioksida dalam tubuh. Bernapas merupakan proses penghirupan O2 dan pengeluaran (CO2).
Pada percobaan ini menggunakan hewan uji Tikus putih (Rattus norvegicus) yang mana memiliki saluran pernapasan yang sama dengan manusia. Pernapasan pada manusia dilakukan melalui alat respirasi yang terdiri dari hidung, faring, laring, trakea, bronkus, dan pulo (paru-paru). Alur pernapasan manusia dimulai dari rongga hidung menuju faring, kemudian laring setelah itu menuju trakea ke bronkus dilanjutkan ke bronkiolus menuju alveolus ke alveoli ( alveoli tempat bertukarnya O2 dan CO2).
Beberapa fungsi pernapasan yang penting adalah mengambil O2 yang kemudian dibawah oleh darah keseluruh tubuh, untuk mengadakan pembakaran , mengeluarkan CO2 yang terjjadi sebagai sisa dari pembakaran kemudian dibawah oleh darah ke paru-paru untuk dibuang.
Kulit adalah satu organ tubuh yang paling berat yang merupakan sekitar 16% berat tubuh total. Kulit (integument) merupakan bagian tubuh yang perlu mendapatkan perhatian khusus untuk memperindah kecantikan.
Berdasarkan hasil pengamatan hewan uji Tikus putih (Rattus norvegicus) sebagian besar alat – alat respirasi nya mirip dengan manusia.





BAB IV
PENUTUP

A.      KESIMPULAN
      Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa :
1.       Tikus putih (Rattus norvegicus) mempunyai saluran pernapasan yang tersusun atas saluran udara yang bermula dari hidung, faring, laring, trakea, bronkus, bronkiolus, alveolus, alveoli
2.       Tempat terjadinya pertukaran O2 dan CO2 adalah alveoli
3.       Kulit adalah lapisan jaringan yang terdapat pada bagian luar kulit manusia tersusun atas 3 lapisan yaitu epidermis, dermis dan hypodermis
4.       Fungsi kulit adalah sebagai pelindung, sebagai peraba, sebagai alat absorbs dan ekskresi
B.      SARAN
Kami sebagai praktikan mengharapkan bimbingan dan arahan pada saat praktikum dan penulisn laporan
Kami sebagai praktikan mengharapkan agar alat dan bahan dilengkapi lagi agar proses praktikum berjalan lancar.


LAMPIRAN

SKEMA KERJA



GAMBAR HASIL PENGAMATAN


No comments:

Post a Comment

My ramadhan journal#

Precious times🌠 _ my Ramadhan journal " This is My summary when I read Surah Muhammad this morning. There is one paragrap...