Saturday, August 29, 2020

SUSPENSI

 

SUSPENSI

Komposisi : Zat terlarut dan pelarut

Kecuali dinyatakan lain pelarut adalah air

1.    Metode yang digunakan adalah :

a.    Metode disperse adalah : zat aktif dibentuk serbuk dalam serbuk yang halus lalu didispersikan secara merata dengan menggunakan zat pensuspensi dan penambahan pelarut

b.    Metode presipitasi adalah zat aktif ditambahkan zat pelarut organik yang larut air seperti etanol, propylenglikol dll, lalu penambahan pelarut.

2.    Pensuspensi yang umum digunakan dalam suspensi adalah

a.    PGS (Pulvis gommosus)

Bila terdapat dalam R/ tertulis qs dan bahan aktif dalam resep tersebut berkhasiat keras / memiliki DM maka jumlah bobot PGS yang digunakan adalah 2% dari volume akhir dan air untuk membasahi 7 x bobot PGS (ketentuan 1). bila terdapt dalam R/ tertulis qs dan bahan aktif dalam resep tersebut tidak berkhasiat keras / mtiadk memiliki DM maka jumlah bobot PGS yang digunakan adalah 1% dari volume akhir dan air untuk membasahi 7 x bobot PGS (ketentuan 2)

b.    CMC (Carbonxymethylcellulosa) / biasanya garam Natriumnya

Bila terdapt dalam R/ tertulis qs maka dikonversikan keperbandingan Na. CMC : PGS yaitu 1 : 25 dengan memperhatikan ketentuan 1 & 2 dari PGS dan air mendidih untuk membasahi 20 x bobot CMC Na

c.    Dosis

Keterangan :    C    = 15 ml, misalnya dalam R/ signatura

                           Cth =   5 ml, 1 xp C 1/ Cth 1 dan seharinya 3x

Maka :

1 x pakai :

Sehari     : 3 X (Y)

Begitupun kalau dalam R/ Cth

 


 

Dr. Abdullah

Jl.

SIP No. 1599/Kanwil/Nakes/2011

No. 1                                   Tgl.

 

R/   Eritromicin                         800 mg

       S.S                                        7 ml

       PGS                                        q.s

 

m.f.suspensi ad 60 ml

s.t.dd.CI

 

Pro                   : W 10 tahun

Alamat             :

        I.       RESEP

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

      II.      KELENGKAPAN RESEP :

SINGKATAN

Bahasa Latin

Bahasa Indonesia

R/

Recipe

Ambillah

m

misce

Campur

f

aac / fiat

Buatlah

ad

adde

Hingga

qs

Quantum statis

Secukupnya

s

Signa

Tandailah

t

Ter

Tiga kali

dd

De die

Sehari

C

Cochlear

sendok makan

I

unum

satu

Pro

pro

untuk

 

     III.      URAIAN BAHAN :

a.    Eritromicin (FI Eds III Hal. 247)

Nama Resmi                   : ERYTHROMYCINUM

Nama Lain                      : Eritromisina

RM/BM                             : C37H67NO13 / 733,95

Pemerian                         : Serbuk   atau   hablur,  putih  atau agak

  kuning, tidak berbau  atau hampir   

  tidak   berbau,   rasa   pahit, agak  

  higroskopik

Kelarutan                                    : Larut  dalam lebih kurang  1000  bagian   

  air, larut  dalam  etanol  (95%) P, dalam

   kloroform  P   dan  dalam  eter  P

Penyimpanan                 : Dalam wadah tertutup baik, terlindung

  dari cahaya

Khasiat                            : Antibiotik

 

b.    Sirup Simplex (FI Eds III Hal. 567)

Nama Resmi                   : SIRUPUS SIMPLEX

Nama Lain                      : Sirop gula

Pemerian                         : Cairan jernih, tidak berwarna

Penyimpanan                 : Dalam wadah tertutup rapat, ditempat

  sejuk

Khasiat                            : Zat tambahan

    IV.      PERHITUNGAN BAHAN :

1.    Erytromicin                      = 800 mg

2.    PGS                                  =    x 60 = 1,2 g

3.    Air untuk PGS                = 7 x 1,2  = 8,4 ml

4.    S.S                                    = 7 ml

5.    Aquadest    hingga        60 ml

     V.      PERHITUNGAN DOSIS MAKSIMAL

1.    Eritromicin 500 mg / 4

Untuk umur 10 tahun :

1xp =   x  500 mg   = 250 mg

dd    =  x  4000 mg  = 2000 mg

Berdasarkan Resep :

1xp =  x 800 mg  = 200 mg < 250 mg

 %    =    x 100 %    = 80 % < 100 %

 dd   =    3   x  200 mg = 600 mg < 2000 mg

 %    =   x  100 %   = 30 % < 100 %

    VI.      CARA KERJA :

-          Disiapkan alat dan bahan

-          Dikalibrasi botol 60 ml

-          Ditimbang eritromicin sebanyak 800 mg masukkan kedalam lumpang

-          Ditimbang PGS sebanyak 1,2 g dan diukur air untuk PGS sebanyak 8,4 ml. Dimasukkan PGS kedalam lumpang gerus hingga homogen lalu ditambahkan air, gerus hingga terbentuk emulsi. Di encerkan dengan sebagian aquadest lalu dimasukkan kedalam botol

-          Diukur sirup simplex sebanyak 7 ml masukkan kedalam botol, kocok.

-          Dicukupkan volume larutan dengan aquadest hingga 60 ml

-          Diberi label dan etiket

   VII.      ETIKET

APOTEK

Apoteker      :

No           :   13                               Tgl  :

Nama     : W10 tahun

Aturan Pakai

 

                     3 x Sehari 1    Sendok Makan

   Sebelum/sesudah makan

Semoga Lekas Sembuh

 

 

 

 

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

 

HARUS DIHABISKAN

 

Kocok Dahulu

 
 

 

 

 

 

pengertian PULVIS (sediaan serbuk)

 

PULVIS (sediaan serbuk)

A. PengertianPulvis (serbuk)

adalah campuran kering bahan obat atau zat kimia yang dihaluskan, ditujukan untuk pemakaian oral atau untuk pemakaian luar. Serbuk oral dapat diserahkan dalam bentuk terbagi (pulveres) atau tidak terbagi (pulvis).

1. Kelebihan dan Kelemahan Sediaan Serbuk

v  Obat lebih stabil dibandingkan dengan sediaan cair terutama obat yang rentan rusak oleh air

v  Jika dibandingkan sediaan padat lainnya, serbuk lebih cepat diabsorpsi

v  Dapat membantu untuk anak-anak dan orang dewasa yangsukar menelan tablet atau kapsu

v  l- Dibuat untuk zat aktif yang memiliki volume yang sangat besar.

v  Dokter lebih leluasa dalam memilih dosis yang sesuai dengan keadaan si penderitaKelemahan

v  Mudah lembab selama penyimpanan

v  Rasa yang tidak tertutupi mengakibatkan rasa yang tidak enak

2. Syarat syarat Serbuk

“Bila tidak dinyatakan lain serbuk harus kering, halus dan homogen”

 

1. Pulveres (serbuk bagi)

Keseragaman bobot : Timbang isi dari 20 bungkus satu persatu, campur isi ke 20 bungkus tadi dan timbang sekaligus, hitung bobot isi rata rata. Penyimpangan antara penimbangan satu persatu terhadap bobot isi rata rata tidaktebih dari 15% tiap 2 bungkus dan tidak tebih dari 10% tiap 18 bungkus

.2. Serbuk Oral Tidak Terbagi

Pada serbuk oral tidak terbagi hanya terbatas pada obat yang relatif tidak poten, seperti laksan, antasida, makanan diet dan beberapa analgesik tertentu, sehingga pasien dapatmenakar secara aman dengan sendok teh atau penakar lain

3. Serbuk Tabur

Pada umumnya serbuk harus melewati ayakan dengan derajat halus 100 mesh agar tidak menimbulkan iritasi pada bagian yang peka.

B. Derajat Halus Serbuk dan Pengayak

Derajat halus serbuk dan pengayak dalam farmakope dinyatakan dalam uraian yang dikaitkan dengan nomor pengayak yang ditetapkan untuk pengayak baku, seperti yang tertera pada tabel di bawah ini.Sebagai pertimbangan praktis, pengayak terutama dimaksudkan untuk pengukuran derajat halus serbuk untuk sebagian buat keperluan farmasi (walaupun penggunaannya tidak meluas untuk pengukuran rentang ukuran partikel) yang bertujuan meningkatkan penyerapan obat dalam saluran cerna. Untuk pengukuran partikel dengan ukuran nominal kurang dari 100 mesh, alat lain selain pengayak mungkin lebih berguna

.No. Pengayak

Sangat Kasar 8 20 60

Kasar 20 40 60 20 60 40

Setengah Kasar 40 40 80 40 60 60

Halus 60 40 100 80 60 120

Sangat Halus 80 100 80 120 100 120

Keterangan :

1. Semua partikel serbuk melalui pengayak dengan nomor nominal tertentu

2. Batas persentase yang melewati pengayak dengan ukuranyang telah ditentukan

C. Jenis Serbuk

1. Pulvis Adspersorius

Adalah serbuk ringan, bebas dari butiran kasar dan dimaksudkan untuk obat luar.

Umurnnya dikemas dalam wadah yang bagian atasnya berlubang halus untuk memudahkan penggunaan pada kulit.

Catatan :

- Talk, kaolin dan bahan mineral Iainnya yang digunakan untuk serbuk tabur harus memenuhi syarat bebas bakteri Clostridium tetani, Clostridium Wellcii, dan Bacillus Anthrocis.- Serbuk tabur tidak boleh digunakan untuk luka terbuka

- Pada umumnya serbuk tabur harus melewati ayakan dengan derajat halus 100 mesh agar tidak menimbulkan iritasi pada bagian yang peka.

Contoh :

1. Pulvis Adspersorius (Form.Indo)

Pulvis Paraformaldehydi Compositus (Form. Indo)Pulvis Salicylatis Compositus (Form Indo)

2. Pulvis DentifriciusSerbuk gigi, biasanya menggunakan carmin sebagai pewarna yang dilarutkan terlebih dulu dalam chloroform / etanol 90%.

3. Pulvis SternutatoriusAdalah serbuk bersin yang penggunaannya dihisap melalui hidung, sehingga serbuk tersebut harus halus sekali.

4. Pulvis Effervescent

Serbuk Effervescent merupakan serbuk biasa yang sebelum ditelan dilarutkan tertebih dahulu dalam air dingin atau air hangat dan dari proses pelarutan ini akan mengeluarkan gas C02, kemudian membentuk larutan yang pada umumnya jernih. Serbuk ini merupakan campuran antara senyawa asam(asam sitrat atau asam tartrat) dengan senyawa basa (natrium carbonat atau natrium bicarbonat). Interaksi asam dan basa ini dalam air akan menimbulkan suatu reaksi yang menghasilkan gas karbondioksida. Bila ke dalam campuran ini ditambahkan zat berkhasiat, maka akan segera dibebaskan sehingga memberikan efek farmakologi dengan cepat. Pada pembuatan, bagian asam dan basa harus dikeringkan secara terpisah.

D. Cara Mencampur Serbuk

Dalam mencampur serbuk hendaklah dilakukan secara cermat dan jaga agar jangan ada bagian yang menempel pada dinding mortir. Terutama untuk serbuk yang berkhasiat keras dan dalam jumlah kecil. Hal hal yang perlu diperhatikan dalam membuat serbuk :- Obat yang berbentuk kristal / bongkahan besar hendaknyadigerus halus dulu.- Obat yang berkhasiat keras dan jumlahnya sedikit dicampur dengan zat penambah (konstituen) dalam mortir.- Obat yang berlainan warna diaduk bersamaan agar tampakbahwa serbuk sudah merata.- Obat yang jumlahnya sedikit dimasukkan tertebih dahulu. Obat yang volumenya kecil dimasukkan tertebih dahulu.Serbuk dengan bahan bahan padatDengan memperhatikan hal hal diatas masih ada beberapa pengecualian maupun yang dikerjakan secara khusus. Sepertihal sebagai berikut :

1.      Serbuk halus sekali

 Serbuk halus tidak berkhasiat kerasBelerangBelerang tidak dapat diayak dengan ayakan dari sutera maupun logam karena menirnbulkan butiran bermuatan listrik akibat gesekan, karena itu dalam pembuatan bedak tabur tidak ikut diayak.lodoformKarena baunya yang sukar dihilangkan maka datam bedak tabur diayak terpisah (gunakan ayakan khusus).

 Serbuk sangat halus dan berwarnaMisalnya : rifampisin, Stibii Penta SulfidumSerbuk dapat masuk ke dalam pori pori mortir dan warnanya sulit hitang, makapada waktu menggerus mortir dilapisi zat tambahan (konstituen)

 Serbuk halus berkhasiat kerasDalam jumlah banyakDigerus dalam mortir dengan dilapisi zat tambahan.Dalam jumlah sedikit(kurang dari 50 mg), dibuat pengenceran

2.      Serbuk berbentuk hablur dan kristalSebelum dicampur dengan bahan obat yang lain, zat digerus terlebih dahulu.

Contoh :Serbuk dengan champora

Champora sangat mudah mengumpul lagi, untuk mencegahnya dikerjakan dengan mencampur dutu dengan eter atau etanol 95% (untuk obat dikeringkan dengan zat tambahan). Cara ini pun harus hati hati karena tertalu lama menggerus atau dengan sedikit ditekan waktu menggerus akan mengumpulkan kembali campuran tersebut.

3.      Serbuk dengan asam salisilat

Terbuka sangat ringan dan mudah terbang yang akan menyebabkan rangsangan terhadap selaput lendir hidung dan mata hingga akan bersin. Dalam hal ini asam salisilat kitabasahi dengan eter dan segera dikeringkan dengan zat tambahan.Serbuk dengan asam benzoat, naftol, mentol, thymol

Dikerjakan seperti di atas. Untuk obat dalarn dipakai etanol 95% sedangkan untuk obat luar digunakan eter.Serbuk dengan garam gararn yang mengandung kristalDapat dikerjakan dalarn tumpang panas, misaInya KI dan garam garam bromida. Garam gararn yang mempunyai gararn exiccatusnya, lebih baik kita ganti dengan exiccatusnya.Penggantiaannya adalah sbb :Natrii Carbonas 50% atau 1/2 bagianFerrosi Sulfas 60% atau 2/3 bagianAluminii et Kalii Sulfas 67% atau 2/3 bagianMagnesii Sulfas 67% atau 2/3 bagianNatrii Sulfas 50% atau 1/2 bagianSerbuk dengan bahan setengah padatBahannya terdapat dalam bedak tabur. Yang termasuk bahan setengah padat adalah adeps lanae, cera flava, cera alba, parafin padat, vaselin kuning dan vaselin putih.

Dalarn jumlah besar sebaiknya dilebur dulu diatas tangas air, baru dicampur dengan zat tambahan. Dalam jumlah sedikit digerus dengan penambahan aceton atau eter, baru ditambah zat tambahan.Serbuk dengan bahan cair1. Serbuk dengan minyak atsiriMinyak atsiri dapat diteteskan terakhir atau dapat juga dibuat oleo sacchara, yakni campuran 2 gram gula dengan 1 tetes minyak. Bila hendak dibuat 4 g oleo sacchara anisi, kitacampur 4 g saccharurn dengan 2 tetes minyak atsiri.2. Serbuk dengan tincture

 

Contohnya serbuk dengan Opii Tinctura, Digitalis Tinctura, Aconiti Tinctura, Belladonnae Tinctura, Digitalis Tinctura, Ratanhiae Tinctura.Tinctur dengan jumlah kecil dikerjakan dengan lumpang panas, kemudian dikeringkan dengan zat tambahan. Sedangkan dalam jurnlah besar dikerjakan dengan menguapkan di atas tangas air sampai kental baru ditambahkan zat tambahan (sampai dapat diserap oteh zat tambahan) aduk sampai kering kemudian diangkat. Tinctur yang diuapkan ini beratnya 0, untuk semua serbuk terbagi kehilangan berat tidak pertu diganti, sedangkan untuk serbuk tak terbagi harus diganti seberat tinctura itu dengan zat tambahan.Zat berkhasiat dari tinctur menguap, pada umumnya terbagimenjadi 2 :1. Tinctur yang dapat diambil bagian bagiannyaSpiritus sebagai pelarutnya diganti dengan zat tambahan.

 

Contohnya iodii tinc, Camphor Spiritus, Tinc.Opfi Benzoica2. Tinctur yang tidak dapat diambil bagian bagiannyaKalau jumlahnya banyak dilakukan pengeringan pada suhu serendah mungkin, tapi kalau jumlahnya sedikit dapat ditambah langsung ke dalam campuran serbuk. Kita batasi maksimal 4 tetes dalarn 1 gram serbuk. Contohnya Valerianae Tinc, Aromatic Tinc.Serbuk dengan Extractum1. Extractum Siccum (ekstrak kering)Pengerjaannya seperti membuat serbuk dengan zat padat halus. Contohnya: opii extractum, Strychni extractum.2. Extractum Spissum (ekstrak kental)Dikerjakan dalam lumpang panas dengan sedikit penambahanpelarut (etanol 70%) untuk mengencerkan ekstrak, kemudian tambahkan zat tambahan sebagai pengering. Contohnya Belladornnae extractum, Hyoscyami extractum.3. Extractum Liquidum (ekstrak cair)Dikerjakan seperti mengerjakan serbuk dengan tinctur. Contohnya Rhamni Purshianae ext.Serbuk dengan Tablet atau KapsulDalam membuat serbuk dengan tablet dan kapsul diperlukan zat tambahan sehingga perlu diperhitungkan beratnya. Dapat kita ambil bentuk tablet atau kapsul itu langsung. Tablet digerus halus kemudian ditimbang beratnya. Kapsul dikeluarkan isinya kemudian ditimbang beratnya. Kalau tabtet/ kapsut terdiri dari satu macam zat berkhasiat diketahui kadar zat khasiatnya dapat kita timbang dalam bentuk zat aslinya. Contohnya Chlortrimeton tablet kadarnya 4 rng, dapat juga diambil Chlorpheniramin Maleas dalam bentuk serbuk yang sudah diencerkan dalam laktosa.E. Cara Pengemasan SerbukSecara umumnya serbuk dibungkus dan diedarkan dalarn 2 macam kemasan yaitu kemasan untuk serbuk terbagi dan kemasan serbuk tak terbagi. Serbuk oral dapat diserahkan dalam bentuk terbagi pulveres atau tidak terbagi (pulvis).Kemasan untuk Serbuk TerbagiPada umumnya serbuk terbagi terbungkus dengan kertas perkamen atau dapat juga dengan kertas sekofan atau sampul potietitena untuk melindungi serbuk dari pengaruh lingkungan. Serbuk terbagi biasanya dapat dibagi langsung (tanpa penimbangan) sebelum dibungkus dalam kertas perkamen terpisah dengan cara seteliti mungkin, sehingga tiap tiap bungkus berisi serbuk yang kurang lebih sama jumlahnya. Hat tersebut bisa dilakukan bila prosentase perbandingan pemakaian terhadap dosis maksimat kurang dari 80%. Bila prosentase perbandingan pemakaian terhadapDM sama dengan atau lebih besar dari 80% maka serbuk harus dibagi berdasarkan penimbangan satu per satu.

Pada dasarnya langkah langkah melipat atau membungkus kertas pembungkus serbuk adalah sebagai berikut :

1. Letakkan kertas rata di atas permukaan meja dan lipatkan 1/2 inci ke arah kita pada garis memanjang pada kertas untuk menjaga keseragaman, langkah ini harus dilakukan bersamaan dengan lipatan pertama sebagai petunjuk.

2. Letakkan serbuk baik yang ditimbang atau dibagi bagi ke tengah kertas yang telah dilipat, satu kali lipatannya mengarah ke atas di sebelah seberang dihadapanmu

.3. Tariklah sisi panjang yang belum dilipat ke atas dan letakkanlah pada kira kira garis lipatan pertama, lakukan hati hati supaya serbuk tidak berceceran.

4. Peganglah lipatan dan tekanlah sampai menyentuh dasar kertas dan lipatlah ke hadapanmu setebal lipatan pertama.

5. Angkat kertas, sesuaikan dengan ukuran dos tempat yang akan digunakan untuk mengemas, lipat bagian kanan dan kiripembungkus sesuai dengan ukuran dos tadi. Atau bila pengemasnya plastik yang dilengkapi klip pada ujungnya usahakan ukuran pembungkus satu dengan yang lainnya seragam supaya tampak rapi.

6. Kertas pembungkus yang telah terlipat rapi masukkan satu per satu dalam dos atau plastik klip. Pada lipatan kertaspembungkus tidak boleh ada serbuk dan tidak boleh ada ceceran serbuk.sendok dan kertas puyerKemasan untuk Serbuk Tak TerbagiUntuk pemakaian luar, serbuk tak terbagi umumnya dikemas dalam wadah kaleng yang berlubang lubang atau sejenis ayakan untuk memudahkan penggunaan pada kulit. MisaInya bedak tabur.Sedangkanuntuk obat dalam,serbuk tak terbagi biasa disimpan dalam botol bermulut lebar supaya sendok dapat dengan mudah ketuar masuk melalui mutut botol. Contohnya serbuk antacid, serbuk laksativa.Wadah dari gelas digunakan pada serbuk yang mengandung bahan obat higroskopis/ mudah mencair, serbuk yang mengandung bahan obat yang mudah menguap. Untuk serbukyang komponennya sensitif terhadap cahaya menggunakan wadah gelas berwarna hijau


My ramadhan journal#

Precious times🌠 _ my Ramadhan journal " This is My summary when I read Surah Muhammad this morning. There is one paragrap...